Blog-e Cah enDeso






Sunday, December 8, 2013

Keluar Dari Kesedihan

Sahabatku yang baik hatinya, yang letih dengan kesedihan yang melambankan kehidupan, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri …

Tuhanku Yang Maha Mencintai dan Maha Lembut,

Di pagi yang damai ini, aku ingin berterima kasih kepadaMu, karena kini kumengerti bahwa,

"Aku bukan hanya berhak untuk berbahagia, tapi aku juga berkewajiban untuk berbahagia."

Jika aku hanya mengeluhkan diriku yang tak dibahagiakan, maka aku hanya meratap sebagai korban.

Dan aku bukan korban. Aku penguasa atas keputusanku sendiri. Tak boleh ada orang menyanderaku dalam kesalahanku, apalagi dalam kesalahannya.

Aku bertanggung-jawab bagi kebahagiaanku sendiri.

Jika bukan aku yang tegas membela diriku untuk memajukan kebahagianku sendiri, siapa lagi?

Hari ini aku tak boleh meneruskan kebiasaanku menikmati kesedihan.

Dan aku tak mungkin berhasil membebaskan hatiku dari kesedihan, jika tubuhku tak aktif bergerak.

Kegiatan adalah penghilang kesedihan.

Tidak ada orang yang aktif, sempat meratap dalam kesedihan.

Hanya orang yang diam memanjakan rasa malas dan melunglaikan tubuh, yang akan melapuk dalam gerogotan rasa sedih.

Aku diciptakan tidak sesuai dengan kesedihan. Itu sebabnya aku menderita dalam kesedihanku.

Tapi kesedihanku diciptakan untuk menyegerakan tindakanku, agar aku menjadi lebih kuat menghadapi orang dan keadaan yang dulu menyedihkanku.

Tuhan, mulai hari ini, aku akan mengganti air mata kesedihanku dengan air mata keharuanku atas keindahan kehidupan yang Kau anugerahkan kepadaku.

Tuhanku Yang Maha Memungkinkan,

Tenagailah upayaku untuk mengubah kesedihan yang melemahkanku, menjadi kesedihan yang menyegerakan tindakanku.

Karena, penyesalan terbesarku di masa tuaku, bukanlah karena aku salah dalam tindakanku, tapi karena kurangnya tindakanku.

Dan aku akan menjadi sebagaimana aku menjadikan diriku sendiri, dengan ijinMu.

Aamiin

0 comments:

Post a Comment